TATA CARA TAWAF SAAT UMROH

3 Doa Thawaf dan Bacaan Dzikirnya:

1. Ketika melewati hajar aswad
Ketika melewati hajar aswad, Rasulullah membaca takbir, “Allahu akbar” atau membaca, “Bismillahi wallahu akbar…”.

Nafi’, menantunya Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bercerita bahwa Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma masuk Mekah ketika waktu dhuha, lalu beliau mendatangi Ka’bah, dan menyentuh hajar aswad, sambil mengucapkan, “Bismillah, wallahu akbar.”

Kemudian beliau lari-lari kecil tiga kali putaran, dan jalan antara rukun Yamani dengan rukun hajar aswad. Setelah sampai di hajar aswad, beliau menyentuhnya dan bertakbir, lalu keliling empat kali thawaf sambil berjalan.

Ibnu Umar mengatakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hal ini. (HR. Ahmad 4628 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

2. Antara rukun Yamani dan rukun hajar aswad
Umroh.com merangkum, jamaah disunnahkan membaca doa sapu jagad, saat di antara rukun Yamani dan rukun Hajar Aswad. Adapun doa sapu jagad ialah:

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: Wahai Tuhan kami, anugerahi kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkan kami dari api neraka.

Dari Sahabat Abdullah bin Saib radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa sapu jagad, antara rukun Yamani dengan rukun Hajar Aswad. (HR. Abu Daud 1894 dan dihasankan al-Albani).

3. Seusai thawaf, di belakang maqam Ibrahim
Seusai Anda thawaf, berjalanlah menuju tempat shalat yang berada di Maqam Ibrahim. Di sana lah Anda bisa memanjatkan doa khusus yang diajarkan Rasulullah sallallahu ‘alayhi wa sallam.

Sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu bercerita pengalaman haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hingga ketika kami tiba di Ka’bah bersama beliau, beliau menyentuh rukun hajar aswad, lalu lari kecil tiga kali putaran, dan berjalan empat kali putaran. Lalu beliau menuju Maqam Ibrahim sambil membaca,

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Lalu beliau memposisikan maqam di depan beliau, antara beliau dan ka’bah. (HR. Muslim 3009)

Selain itu, tidak ada dalil yang menyebutkan bacaan atau doa khusus ketika thawaf. Namun, Rasulullah menganjurkan kita untuk memperbanyak berdoa, dan berdzikir apapun tanpa dikhususkan doa dan tempatnya kecuali tiga.

Ulama terdahulu, Ibnu Qudamah mengatakan, dianjurkan memperbanyak doa ketika thawaf, dan berdzikir menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala, karena doa dan dzikir dianjurkan dalam semua keadaan, sehingga ketika sedang thawaf, lebih ditekankan.

Selain itu juga dianjurkan untuk tidak bicara, selain dzikrullah, atau membaca al-Quran, atau amar makruf, nahi munkar, atau mengucapkan sesuatu yang harus. (al-Mughni, 3/187)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga mengatakan, tidak ada dzikir khusus dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika thawaf. Baik diperintahkan, dipraktekkan, maupun diajarkan. Beliau berdoa dalam thawaf dengan membaca doa-doa yang disyariatkan.

Sementara kumpulan doa yang disebutkan banyak orang, tidak ada dasarnya. Sementar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhiri doanya antara rukun Yamani dengan rukun Hajar Aswad dengan mengucapkan, “Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil akhirati hasanah….” Sebagaimana beliau mengakhiri doa-doa beliau dengan doa sapu jagad. Semua dzikir itu tidak wajib berdasarkan kesepakatan ulama. (Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam, 26/122)

Karena itu, saat thawaf ditekankan untuk tidak diam, tidak hanya melihat pemandangan di sekitar, tapi juga berdoa, dengan doa apapun. Anda bisa berdoa dengan bahasa arab, bahasa Indonesia, dan yang terbaik, doa-doa dalam al-Quran maupun doa dalam hadis. Selain itu, juga perbanyak membaca dzikir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.