NYERI TELINGA SAAT JAMAAH DI PESAWAT. INI SOLUSINYA !

Nooraliahajiumroh.com – Pernah gak sih ketika kamu naik pesawat akan merasakan suatu hal yang unik yaitu telinga seperti tersumbat dan bahkan hingga nyeri? Nah, hal ini ternyata memang wajar banget terjadi. Pada saat take off hingga di udara, kita seringkali merasakan hal ini yang terkadang memang cukup mengganggu.

Sama hal nya dengan jemaah umroh dan haji yang akan menempuh perjalanan panjang dari daerah asalnya ke Arab Saudi. Pasti akan memakan waktu yang cukup lama dari Indonesia ke Arab Saudi dan juga ketika jemaah pulang kembali ke tanah air. Tidak hanya itu, bagi yang belum terbiasa berkeliling menggunakan pesawat, akan sering merasakan gangguan pada telinganya karena tekanan dari pesawat. Gimana cara mengatasinya nyeri telinga pada jemaah saat di pesawat? Umrohpedia akan jelaskan untuk kamu di sini ya.

Kenapa Kita Bisa Nyeri Telinga Saat di Pesawat?

“Rasanya seperti tersumbat sesuatu,” ucap salah dokter spesialis kesehatan penerbangan haji Citra Kurniasari I Nampira. Citra menuturkan, dalam ilmu penerbangan, saat pesawat naik makin tinggi di lapisan atmosfer maka tekanan udara akan turun dari 760 mm Hg di atas permukaan laut. Ketinggian pesawat menjadi

“Dengan bertambahnya ketinggian dan berkurangnya tekanan udara dalam kabin menyebabkan bertambahnya volume gas. Sebaliknya, saat ketinggian berkurang, tekanan udara kabin akan meningkat dan menyebabkan volume udara berkurang,” katanya.

Menurut Citra, perubahan volume udara tersebut memengaruhi gas yang ada dalam rongga tubuh seperti telinga tengah. Ini menciptakan potensi adanya ekspansi gas yang terjebak di dalam tubuh manusia dan menyebabkan nyeri telinga. Nyeri telinga pada saat berada di ketinggian tepatnya saat bepergian dengan pesawat terbang disebut dengan barotitis media atau barotrauma atau aerotitis media.

Citra menyampaikan, barotrauma adalah gangguan telinga yang terjadi akibat perubahan tekanan udara di telinga luar dan telinga tengah yang dipisahkan oleh gendang telinga. Menurutnya ada dua faktor yang dapat memperberat terjadinya barotrauma. Pertama ada perubahan ketinggian. Misalnya penerbangan, menyelam dan bepergian ke daerah pegunungan. Faktor kedua, hidung tersumbat akibat alergi, pilek atau infeksi saluran napas atas.

Apa yang Terjadi Pada Telinga Kita Saat di Pesawat?

Citra menerangkan, di dalam telinga kita ada bagian yang bernama Tuba Eustachius yang bertugas mengatur tekanan udara di dalam dan di luar telinga agar tetap sama. Ketika terjadi permasalahan seperti itu, keluhan yang dirasakan adalah rasa nyeri pada salah satu atau bahkan kedua telinga yang disertai dengan hilangnya pendengaran yang sifatnya ringan. Menurut Citra, jika keadaannya berlangsung lama, maka ketulian pada telinga bisa bertambah berat dan mungkin akan terjadi pendarahan pada hidung.

Menurutnya, jika tekanan udara di dalam dan di luar telinga tidak sama, maka, akan timbul beberapa masalah seperti telinga berdenging dan pendengaran berkurang. Saat pesawat mulai terbang, tekanan udara di luar telinga akan berubah dengan cepat. “Semakin tinggi pesawat terbang, semakin rendah tekanan udaranya,” katanya.

Hal tersebut kata Citra, karena tekanan udara di luar telinga berubah dengan cepat, Tuba Eustachius tidak punya waktu untuk menyeimbangkan tekanan udara di dalam dan di luar telinga. Akhirnya, tekanan udara di dalam telinga lebih besar daripada tekanan udara di luar telinga. “Hal itu akan membuat gendang telinga bengkak. Pembengkakan gendang telinga inilah yang membuat telinga kita sakit saat naik pesawat,” katanya.

Citra memastikan, kondisi ini bisa semakin parah kalau kita sedang mengalami flu atau pilek. Namun jamaah haji tidak perlu khawatir karena kejadian ini tidak berbahaya. Saat mendarat, telinga akan menyesuaikan diri lagi dan kembali seperti semula.

Tips Mengatasi Nyeri Telinga Saat di Pesawat

Citra menyarankan, jika selama penerbangan telinga terasa penuh dan nyeri, maka untuk mengurangi rasa nyeri bisa diatasi dengan melakukan hal sebagai berikut.

Mengunyah permen karet atau makanan lain.

Gerakan mengunyah dan menelan bisa membantu telinga mengatur keseimbangan tekanan udara.
Melakukan manuver valsava yaitu menutup kedua hidung lalu menghembuskan napas dengan kencang sampai merasakan gendang telinga terbuka atau berbunyi ‘bleb’. Hal ini bisa membantu membuka Tuba Eustachius yang tersumbat selama penerbangan. Setelah telinga terdengar bunyi seperti itu, pendengaran akan terasa lega.

Jemaah juga bisa menutup mulut dan mencubit hidung. Setelah itu, coba telah ludah beberapa kali. Keempat menguap. Dengan menguap, udara yang ada di telinga akan keluar dengan perlahan, jadi tekanan udara di telinga akan tetap terjaga. Setelah menelan ludah juga biasanya sering terdengar bunyi “blep” yang membuat telinga kembali plong rasanya.

Menggerakkan rahang bawah.

Menggerakkan otot rahang dengan mengisap permen (bukan permen karet) terutama pada saat pesawat akan take off dan landing, menelan ludah juga dapat membuka kembali tabung eustachius dan membantu menormalkan tekanan di sekitar gendang telinga.

Jemaah dengan infeksi saluran nafas atas (ISPA) atau alergi hidung dan tenggorokan bisa mengalami rasa nyeri ketika bepergian dengan pesawat terbang. Untuk meringankan penyumbatan dan membantu membuka Tuba Eustachius bisa diatasi dengan meneteskan dekongestan (obat tetes hidung) atau obat semprot.

Insya Allah setelah mencoba tips diatas, kamu gak perlu ketakutan lagi kalau harus naik pesawat dan merasakan nyeri di telinga karena tekanan udara yang kencang. Pergi umroh jadi lebih nyaman. Yuk cek paket umroh yang kamu impikan mulai sekarang. Mulai dari tanggal keberangkatan, harga, maskapai, bisa dilihat dan diatur disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.