Beranda » Berita Umroh » BIJAK MENANGGAPI KEPUTUSAN SAUDI ARABIA PERIHAL VIRUS CORONA

BIJAK MENANGGAPI KEPUTUSAN SAUDI ARABIA PERIHAL VIRUS CORONA
Oleh : Alfan Nasuha Ibn Jamaludin

Nooraliahajimroh,com – Jama’ah Umrah yang dimuliakan Allah SWT. Kasus menyebarnya virus Corona memang merupakan momok yang menyeramkan hingga Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status siaga. Dari itu, Pemerintah Arab Saudi menetapkan status yang sama karena Mekkah dan Madinah menjadi tempat berkumpulnya manusia dari berbagai negara, khususnya negara-negara Asia Timur & Tenggara yang menjadi tempat tersebarnya Virus Corona.

Apa yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi sudah sangat bijak untuk mencegah masuknya Corona ke Arab Saudi lantas menyebar ke negara-negara berpenduduk muslim lainnya. Penangguhan masuknya jama’ah umroh ini hanya bersifat sementara hingga kasus penyebaran Virus Corona ini benar-benar selesai ditangani. Kita berdo’a saja semoga Allah SWT cepat mengangkat wabah Virus Corona dari umat manusia.

Adapun mengenai Kota Makkah dan Madinah, Allah SWT sudah menjaganya dari berbagai hal buruk. Allah SWT berfirman:

( وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ )

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” [QS. Al-Baqarah : 126]

Imam Al-Qurthubi mengomentari ayat ini dalam Tafsirnya sebagai berikut:
أَنَّهَا لَمْ تَزَلْ حَرَمًا مِنَ الْجَبَابِرَةِ الْمُسَلَّطِينَ، وَمِنَ الْخُسُوفِ وَالزَّلَازِلِ، وَسَائِرِ الْمَثُلَاتِ الَّتِي تَحِلُّ بِالْبِلَادِ.

“Bahwasannya ia (Makkah) tetap terlindungi dari penguasa yang dzolim, dari gerhana bulan, gempa bumi dan segala jenis azab yang menimpa banyak kota lainnya.”

Pun, Rasulullah saw telah mengabarkan penjaminan dua kota suci Umat Islam ini dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas Bin Malik r.a. bahwsannya Rasulullah saw bersabda:

((لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّيْنَ يَحْرُسُوْنَهَا ثُمَّ تَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا ثَلَاثَ رَجَفَاتٍ فَيُخْرِجُ اللَّهُ كُلَّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ))

“Tidak ada daerah melainkan Dajjal akan memasukinya kecuali Makkah dan Madinah. Tidak satupun dari jalan masuknya melainkan dijaga oleh para malaikat yang berbaris. Kemudian Madinah mengalami gempa tiga kali hingga Allah mengeluarkan (darinya) setiap orang kafir dan munafik”. HR. Al-Bukhari (no. 1.748)

Jadi, bagi anda yang sedang bermukim di Arab Saudi, khususnya Makkah dan Madinah baik dalam rangka kunjungan ataupun Umroh tidak perlu khawatir dengan isu menyebarnya Virus Corona. Karena Allah dan Rasul-Nya telah menjamin keamanan dua kota ini.

Adapun jika ajal menjemput salah satu di antara kita di tanah suci, maka itu merupakan nikmat yang luar biasa. Ibnu Umar r.a. meriwayatkan dari Rasulullah saw, bahwasannya beliau bersabda:

((مَنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوْتَ فِي الْمَدِيْنَةِ فَلْيَمُتْ فَإِنَّهُ لَا يَمُوْتُ بِهَا أَحَدٌ إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيْعًا أَوْ شَهِيْدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ))

“Barangsiapa yang bisa meninggal di Madinah, maka hendaknya ia meninggal (di sana). Sebab tak ada satupun yang wafat di Madinah melainkan Aku akan menjadi pemberi syafa’at atau saksi baginya kelak di Hari Kiamat”. HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir (no. 747), hadits senada juga diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban.

Abdullah Bin Umar meriwayatkan dari Rasulullah saw, bahwasannya beliau bersabda:

«أَنَا أَوَّلُ مَنْ تُنْشَقُّ الْأَرْضُ عَنْهُ، ثُمَّ أَبُوْ بَكْرٍ، ثُمَّ عُمَرُ ثُمَّ آتِيْ أَهْلَ الْبَقِيْعِ، فَيُحْشَرُوْنَ مَعِيْ، ثُمَّ أَنْتَظِرُ أَهْلَ مَكَّةَ»، وَتَلَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ: «يَوْمَ تَشَقَّقُ الْأَرْضُ عَنْهُمْ سِرَاعًا ذَلِكَ حَشْرٌ عَلَيْنَا يَسِيْر ٌ» رواه الحاكم

“Aku adalah orang yang pertama kali kuburnya dibelah, kemudian Abu Bakar kemudian Umar. Lantas Aku mendatangi Ahli Baqi’, kemudian mereka digiring bersamaku, kemudian Aku menunggu Ahli Mekkah”. Abdullah bin Umar membaca: “Hari di mana bumi (tanah) terbelah dari mereka secara cepat, itulah pembangkitan yang mudah bagi kita”. [QS. Adz-Dzariyat : 44] HR. Al-Hakim (no. 3.691)

Alangkah beruntungnya bagi para calon tamu- tamu Allah san bagi orang-orang yang Allah wafatkan di Makkah ataupun Madinah dengan jaminan Syafaat dari Rasulullah Saw dan merupakan orang-orang yang dibangkitkan pertama kali bersama Rasulullah Saw dari alam kubur.

Jadi, tetap Husnudzon saja terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi, karena mereka menilai langkah preventif adalah langkah terbaik untuk melindungi para tamu Allah dari jangkauan Virus Corona sembari kita berdo’a semoga wabah ini cepat Allah angkat dari Umat. Dan, bukankah kita semua sepakat bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati? Yah, itulah yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Lantas, bagaimana dengan mereka yang sudah mendapatkan Visa Umroh namun gagal untuk berangkat?

Jangan bersedih, Rasulullah Saw bersama 1400 (seribu empat ratus) Sahabat pernah mengalami apa yang namanya gagal umroh, tepatnya pada bulan Dzul Qo’dah tahun 6 H. Rasulullah Saw akhirnya berihram dengan Umrah di perjalanan menuju Makkah. Ketika sampai di Hudaibiyah mereka dihalangi oleh Kafir Quraisy dan gagal untuk umroh. Terjadilah Perjanjian Hudaibiyah untuk melakukan genjatan senjata (tidak berperang) antara Kaum Muslimin dan Kafir Quraisy selama 10 tahun mendatang dan berbagai persyaratan lainnya.

Lantas, apa yang terjadi setelah itu? Apakah Rasulullah Saw dan para Sahabatnya kalah telak dari Kafir Quraisy?

Sesuai perjanjian, Rasulullah Saw dan para Sahabat boleh melakukan Umroh di tahun depannya, yaitu tahun 7 H. Maka berangkatlah Rasulullah Saw bersama Sahabatnya pada Bulan Dzul Qo’dah tahun 7 H untuk melaksanakan Umroh Qodho’.

Kemudian, pada bulan Ramadhan tahun 8 H ternyata Kafir Quraisy mengkhianati salah satu butir perjanjian Hudaibiyah hingga akhirnya Rasulullah Saw bersama 10.000 (sepuluh ribu) kaum muslimin berangkat ke Mekkah untuk menaklukkannya.

Lihatlah hikmah dari kegagalan Rasulullah Saw dan para Sahabat untuk Umroh pada tahun 6 H, justru Allah menggantinya dengan penaklukan Kota Makkah pada tahun 8 H. Intinya, tetap Husnudzon dan meyakini semua yang Allah tentukan adalah yang terbaik.

Wallahu A’lam Bish-showab.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.