BATANG KURMA YANG MENANGIS

Nooraliahajiumroh.com – Di dalam suatu riwayat disebutkan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyampaikan khutbah (Jum’at-nya) dengan berdiri dan bersandar pada satu batang kurma. Suatu ketika ada seorang perempuan datang bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku ada memiliki seorang anak; maukah engkau mengizinkan aku untuk menyuruhnya menggantikan mimbar baru untukmu?” Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Jika kamu mau silahkan.”

Setelah berlalunya seminggu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke masjid dan naik di atas mimbar yang baru, sedang mimbar yang lama yang terbuat dari batang kurma diletakkan jauh sedikit dari mimbar yang baru tersebut. Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdiri untuk menyampaikan khutbahnya, namun tiba-tiba semua jama’ah masjid (yakni, para sahabat) mendengar tangisan dari batang kurma itu (karena merindukan Rasul), tangisannya terisak-isak seperti unta yang kehilangan anaknya.

Maka kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun turun dari mimbarnya dan menghampiri batang kurma itu; Rasul membelai-belai batang kurma itu sehingga keadaan menjadi reda dan tenang. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerahkan (para sahabat) agar batang kurma itu ditanam di bawah mimbarnya.” Masya Allah. Betapa malunya diri kita dengan batang kurma ini. Benda yang tidak bernyawa saja merindukan Rasul, lalu adakah kita yang bernyawa dan mempunyai hati ini tidak merindukan Rasul?

Pesan yang bisa juga kita petik hikmahnya dari kisah ini adalah, bahwa ternyata manusia itu hatinya lebih keras daripada benda yang beku? Manusia itu hatinya lebih keras daripada batang kurma ini yang merindukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam! Inilah masalah kita, kita hidup di dunia ini dengan bersenang-senang menikmati segala nikmat yang Allahu ta’ala beri, kemudian kita justru berpaling daripada mengingat-Nya? Kita justru berpaling daripada melaksanakan segala perintah-Nya? Kalau kita melaksanakannya, sudah pasti kita tidak akan tertimpa segala macam fitnah. Kalau kita melaksanakannya, sudah pasti kita tidak akan tertimpa dengan segala keburukan yang mana kita selalu dengar saat ini. Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.