Nooraliahajiumroh.com – Diceritakan, sebagai amirul hajj (pemimpin rombongan haji), Nabi Muhammad SAW tidak mengkhususkan keluarganya untuk tidak bekerja membantu menyediakan keperluan jamaah. Nabi selalu mendorong keluarganya bekerja sama untuk menyiapkan keperluan jamaah haji terutama dalam hal menyediakan air zamzam.

“Nabi selalu mendorong keluarganya untuk mengerjakan ketaatan dan menyemangati mereka untuk membekali diri dengan amal kebajikan,” berikut yang diterjemaahkan kedalam judul buku ‘Haji Jalan-Jalan atau Ibadah’.

Dalam riwayat, ketika melewati daerah keluarga pamannya yang mengurusi air zamzam dan membagikannya kepada jamaah haji nabi bersabda “Ayo tari anak-anak Abdul Muthalib. Kalau saja tidak takut kalau orang-orang mengabaikan kalian dalam urusan pengurusam air minum ini, maka aku ikut turun bersama kalian” (HR Muslim).

Dalam hadits lain disebutkan. “Kerjakanlah dengan baik sesungguhnya kalian sedang melakukan amalan Saleh.”(HR Bukhari). Bahkan nabi meringankan tugas para pelayan tamu Allah. Ia mengizinkan Abbas pamannya untuk pulang menginap di Mekah pada malam malam hari tasyrik demi melaksanakan tugas membagi air kepada jamaah haji.

“Haji termasuk gerbang amal kebajikan, Sedangkan jumlah fakir miskin dan kaum lemah juga banyak sekali untuk dilayani,” Jika kita menginginkan kebaikan yang berlipat ganda dan timbangan pahala bertambah berat oleh perbuatan orang lain. Maka anda dapat berbuat baik kepada para jamaah haji dan mendidik keluarga kita dengan berbagai ibadah.

Tunjukkan mereka kepada perbuatan baik, permudah dan doronglah mereka untuk dapat berbuat baik kepada orang-orang yang membutuhkan. “Nabi telah bersabda, siapa yang mengajak kepada petunjuk Tuhan, maka baginya pahala sebesar pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sama sekali.” (HR Muslim).

Nabi juga bersabda kepada seseorang yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain. “Siapa menunjukkan kepada kebaikan maka ia memperoleh pahala sebagaimana orang yang melakukan kebaikan itu sendiri.” (HR Tirmidzi).

Maka dari itu jangan sampai kita mendorong mereka ke dalam kesesatan terlebih musim pandemi seperti saat ini atau berpesan dengan suatu perbuatan dosa atau mempermudah mereka melakukan kemungkaran. Nabi memperingatkan agar tidak melakukan perbuatan seperti itu dan bersabda. “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.”(HR.Muslim).

Dan oleh karena itu penting untuk pemerintah dan semua pihak butuh kejujuran dalam menangani penanganan Haji dalam suasana seperti saat ini, lakukanlah yang terbaik dalam keadaan apapun menurut hukum Allah SWT bukan hukum manusia. Permudahlah urusan mereka yang ingin beribadah menjalankan kewajiban selaku umat muslim yang taat.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.