Nooraliahajiumroh.com || Setelah pengumuman Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi yang mencabut penjagaan jarak sosial di Masjidil Haramain dan seluruh masjid di wilayah Arab Saudi, Kementerian Haji dan Umrah mengumumkan pencabutan izin untuk shalat di Masjidil Haram dan ziaran ke makam Nabi.

Setiap jamaah dan peziarah yang ingin mengikuti shalat berjamaah di Masjidil Haram dan ziaran ke makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya disyaratkan yang telah imun dengan dosis lengkap dengan menunjukkan status di aplikasi Tawakkalna.

Adapun izin (tasrih) untuk melaksanakan manasik umrah dan shalat di Raudah al-Syarif masih tetap diberlakukan, untuk menjaga ketertiban dan pengaturan keramaian.

Bagi warga yang tinggal di Arab Saudi dapat mendapatkan tasrih untuk umrah dan shalat di Raudah Al-Syarif di aplikasi yang Eatmarna. Kementerian Haji dan Umrah dalam laporan statistik hariannya tanggal 5 Maret 2022, mencatatkan sebanyak 93,216 jamaah melakukan shalat di Masjidil Haram dan 11,116 jamaah di Masjid Nabawi. Sementara tasrih yang dikeluarkan sebanyak 152,042 untuk Masjidil Haram dan 25,518 untuk Masjid Nabawi.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.