Tata Cara Ibadah Umroh

Umroh definisinya adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Islam yang tempatnya ada di Masjidil harom yang mana ibadahnya meliputi Thawaf, Sai dan disempurnakan dengan tahalul.

Sedangkan perbedaan antara umroh dan haji adalah sebagai berikut :

  1. Waktu              : Umroh Kapan saja Haji waktunya sudah di tentukan
  2. Rukun              : Rukun Umroh (Ihram, Thawaf, Sai, Tahaulu, Tertib) Rukun Haji (Ihram, wukuf, Tawaf,  Ifadah, Sai Tahalul, Tertib)
  3. Tempat            : Umroh Di Masjidil harom  Haji Masjidil Harom dan Armina


Syarat Umroh

  1. Muslm
  2. Baligh dan Berakal
  3. Merdeka
  4. Mempunyai Kemampuan

Tahapan Umroh

  1. Jamaah menuju Miqot, yang perlu dipersipakan saat menuju miqot adalah untuk pria mempersiapkan Kain Ihram (sabuk untuk lebih nyaman) sedangkan untuk wanita Sarung tangan ihram dan Kaus kaki kareana saat sudah niat ihram bagi wanita hanya wajah dan tapak tangan saja yag boleh terlihat
  2. Setelah sampai di tempat miqot bila memungkinkan untuk mandi ihram, berwhudu dan sholat ihram 2 Rakaat setalah itu Niat Ihram
  3. Setelah Meniatkan Ihram maka berlaku larangan larangan ihram, sampaikan kapan larangan ihram berlaku yaitu sampai jamaah melakukan Tahalul
  4. Setelah Niat Ihram maka jamaah segera menuju Masjidil Harom untuk melaksanakan Thowaf tujuh putaran dan Sai Safa marwah kemudian di akhiri dengan Tahalul

ihram wanita ihram pria

 

 

Bacaan Saat Umroh

1  Niat

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَاَحْرَمْتُ بِهَا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu ‘umrotan wahromtubiha lillahita ‘ala

“aku niat umroh dan ihramnya karena Alloh ta’ala”

2.  Talbiah

لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ

“Labbaik Allohuma Labbaik, Labbaikala syarikakabaik, innalhamda wani’matah laka walmulk lasyarikalak”

” aku penuhi panggilan-Mu Ya Alloh, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-MU, aku penuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji dan nikmat hanya milik-Mu, juga semua kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu”

3. Doa Masuk Masjidil harom

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا

الْجَنَّةَ دَارَالسَّلَامَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ.

اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَمَغْفِرَتِكَ وَأَدْخِلْنِيْ فِيْهَا.

بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى رَسُوْلِ اللهِ.

“Ya Alloh Engkau sumber keselamatan dan dari-Mu lah datangnya keselamatan itu semua, maka sambutlah kami dengan selamat sejahtera dan masukan kami ke syurga negri-Mu yang bahagia, Maha Pemberi berkat dan Maha Tinggilah Engakau wahai Tuhan yang punya keagungan dan kehormatan. Ya Alloh bukakanlah pintu untukku pintu rahmat dan ampunan, dan masukanlah aku ke dalam Ampunan-Mu dengan nama Alloh dan segala puji bagi Alloh , shalawat dan salam untuk RasulAlloh”.

4. Doa Melihat Kabah

اَللّٰهُمَّ زِدْ هٰذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيْمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَّفَّهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِاعْتَمَرَهُ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيْمًا وَبِرًّا.

“Ya Alloh Tambahkan lah kemulian, kehormatan, keagungan dan kehebatan pada Baitulloh ini dan tambahkan pula pada orang orang yang memuliakan, menghormati, dan mengagungkan diantara mereka yang berhaji atau berumroh padanya dengan kemulian, kehoramatan, kebesaran dan kebaikan.”

5. Doa Sai

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ أَبْدَأُ بِماَبَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُوْلُهُ إِنَّ الصَّفاَ وَالمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللهِ , فَمَنْ حَجَّ البَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَجُناَحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِماَ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللهَ شاَكِرٌ عَلِيْمٌ

“Dengan Nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku mulai dengan apa yang sudah dimulai  Alloh dan RasulNya. Sesungguhnya Safa dan Marwah sebagian dari syiar syiar (tanda Kebesaran Alloh), maka barang siapa yang beribadah Haji ke Baitulloh ataupun umroh, maka tidak dosa  bagainya melakukan sai diantara keduanya. Dan Barang siapa mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka Sesungguhnya Alloh Maha Penerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui”

Sai Safa marwah

6. Doa Saat di bukit Safa menghadap Kabah

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ , أَللهُ أَكْبَرُ عَلَى ماَ هَداَناَ وَالحَمْدُ ِللهِ عَلَى ماَ أَوْلاَناَ . لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ . لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزاَبَ وَحْدَهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِياَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكاَفِرُوْنَ

“Alloh Maha Besar, Alloh Maha Besar, Alloh Maha Besar, segala puji bagi Alloh, Alloh Maha Besar, atas petunjuk yang diberikannya kepada kami segala puji kepada Alloh atas karunia yang telah di anugrahkanNya Kepada kami Tiada Tuhan selain Alloh yang Maha Esa Tiada sekutu bagiNya. baginya Kerajaan dan Pujian. Dia lah yang menghidupkan dan mematikan. pada kekuasaan-Nya lah segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu, tiada Tuhan selain Alloh yang maha Esa. Tiada sekutu bagiNya yang telah menepati janjiNya. Menolong HambaNya dan menghancurkan sendiri musuh musuhNya. Tiada Tuhan selain Alloh dan kami tidak menyembah kecuali kepadaNya dengan memurnikan (Ikhlas) kepatuhan kepadaNya walau orang orang kafir membenci”

7. Doa antara  warna hijau di Sai

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجاَوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ ماَلاَ نَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ

“Ya Alloh, Ampunilah, Sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah dan hapuskanlah apa yang Engkau ketahui dari dosa kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa yang kami sendiri tidak tau. Sesungguhnya Engkau ya Alloh Maha Tinggi Maha Pemurah”

warna hijau di Sai

warna hijau di Sai

8. Doa ketika mendaki bukit safa marwah

إِنَّ الصَّفاَ وَالمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللهِ , فَمَنْ حَجَّ البَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَجُناَحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِماَ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللهَ شاَكِرٌ عَلِيْمٌ

“Sesungguhnya safa dan marwah sebagian dari syiar syiar tanda Kebesaran Alloh. Maka barang siapa yang beribadah Haji ke Baitullah ataupun berumroh maka tidak ada dosa baginya mengerjakan Sai antara keduanya. Dan barang siapa mengerjakan sesuatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Alloh Maha menerima kebaikan dan Maha Mengetahui”

Larangan Umroh

Setelah jamaah meniatkan untuk melaksankan umroh maka sejak saat itu ada larangan-larangan umroh yang harus di hindari, larangan umrohnya adalah sebagai berikut :

Larangan untuk Jamaah laki laki

  1. Mengenakan pakaian biasa
  2. Mengenakan sepatu yang menutupi mata kaki
  3. Menutup kepala

Larangan untuk Jamaah wanita :

  1. Menutup muka
  2. Mengenakan kaus tangan yang menutup tangan

Larang untuk keduanya :

  1. Memotong kuku
  2. Menggunakan wangi wangian (parpum, sabun, shampo, tisu wangi dll)
  3. Mencukur atau mencabut rambut
  4. Memburu atau mengganggu hewan
  5. Kawin, menikahkan, atau meminang wanita untuk dinikahi
  6. Bercumbu , Bersetubuh
  7. Berkata kata kotor
  8. Memotong, mencabut, memetik tanaman

Paket Umroh langsung Madinah

 

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.