Nooraliahajiumroh.com – Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi mengumumkan unat Muslim yang ingin memasuki Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, tidak perlu lagi menunjukkan bukti vaksinasi. Hal ini mulai diberlakukan Kamis (10/3/2022).

Tak hanya itu, jamaah umroh dari luar negeri juga tidak perlu lagi mendaftarkan status vaksinasinya untuk mendapatkan izin umroh. Beberapa peziarah menyuarakan kegembiraan mereka atas keputusan tersebut.

“Saya senang sekali ! Saya telah memesan visa Arab Saudi untuk menunaikan umroh Ramadhan dan jujur saya lega karena tidak harus melalui proses PCR, maupun memesan izin sholat setiap kali kita ingin pergi ke Haramain,” kata seorang warga Inggris yang tinggal di Dubai, Yassin Khan, dikutip di The National News, Jumat (11/3/2022).

Akhir pekan lalu, Kementerian Dalam Negeri Saudi mengumumkan peziarah yang bepergian ke Kerajaan tidak lagi harus dikarantina atau memberikan tes cepat Covid-19. Langkah-langkah jarak sosial di masjid-masjid agung juga dibatalkan, namun harus tetap mengenakan masker.

Kementerian Haji sendiri telah mengumumkan ketersediaan izin umroh untuk bulan suci Ramadhan melalui aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna. Administrasi Umum untuk Koordinasi Kerja Sukarela bertemu dengan asosiasi pengembangan masyarakat, untuk membahas penguatan sistem relawan di masjid-masjid. Pihak terkait akan menentukan waktu kerja dan perkiraan jumlah relawan Ramadhan tahun ini.

Di sisi lain, Emir Madinah dilaporkan turut serta menenun penutup Kabah dalam pameran yang mengiringi Forum Ilmiah ke-21 Riset Haji, Umroh dan Visitasi pada Kamis pagi. Sang Emir memperhatikan proses tersebut dan membantu menenun Kiswah, kain penutup Kabah.

Persiapan lain dilakukan Arab Saudi dengan menyediakan 30 cendekiawan Muslim di Masjidil Haram sepanjang hari. Keberadaan mereka difungsikan untuk membantu menjawab pertanyaan jamaah, selain kehadiran robot pemandu elektronik juga siap menjawab pertanyaan apa pun.

Dengan sejumlah pelonggaran yang telah diumumkan, jumlah peziarah diperkirakan akan meningkat selama Ramadhan ini. Dan untuk pemerintah Indonesia melalui lintas Kementerian / Lembaga sepakat akan menyesuaikan ketentuan yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi. Pada Selasa (8/3), Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan BNPB menggelar FGD membahas kebijakan terbaru penyelenggaraan ibadah umroh.

“Prinsipnya penyesuain Indonesia terhadap ketentuan baru yang diberlakukan Arab Saudi untuk jamaah umroh,” kata Koordinator Pemberdayaan Sumber Daya Kesehatan dan Fasilitasi Pelayanan Kesehatan Pusat Kesehatan Haji, Indro Murwoko, saat dihubungi media, Rabu (9/3).

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.